
Jakarta - Keputusan manajemen Persik Kediri dan Ezra Walian melanjutkan kerja sama di BRI Super League 2025/2026 berdampak positif bagi kedua pihak.
Macan Putih bersyukur pilihan Ezra Walian bertahan setelah sebagian besar pemain asing memilih hijrah ke klub baru musim ini membuat pemain keturunan ini seolah jadi figur sentral di tim.
Di atas bahtera hanya ada satu nakhoda dan kapten kapal yang jadi panutan untuk mengarungi kerasnya ombak samudera kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Musim lalu sosok penting di tim Persik adalah Ze Valente.
Sejak gelandang flamboyan asal Portugal itu berlabuh ke PSIM, maka Ezra Walian sosok tepat jadi pimpinan bagi rekan setimnya. Mantan penggawa Timnas Indonesia ini juga menemukan kembali jatidiri dan permainan terbaiknya.
Bangkitkan Semangat

Ketika Persik terseok-seok dalam tiga pekan awal musim, pemain berusia 28 tahun ini membangkitkan spirit koleganya bisa bangkit di pertandingan berikutnya.
Satu hasil seri dan dua kalah serta berada di zona degradasi adalah prestasi terburuk bagi klub yang pernah dua kali juara Indonesia 2003 dan 2006 ini.
Namun dengan optimisme tinggi, winger jebolan Jong Ajax ini mengeluarkan segala kemampuannya untuk Persik. Satu gol indah dicetaknya saat Persik ditumbangkan Dewa United 3-1.
Kontribusi Nyata

Namun, Ezra Walian jadi pemain kunci lahirnya dua gol yang dicetak Irkham Mila dan Jose Enrique kala Persik menundukkan PSBS 1-2 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Jumat (29/8/2025) lalu.
Eksekusi bola mati yang sebelumnya dimonopoli Ze Valente, kini bisa diperankan dengan baik oleh Ezra Walian. Bahkan akurasi dan ancaman tendangan Ezra Walian tak kalah mematikan.
"Tim Persik punya banyak pemain hebat. Kami mengawali musim kurang bagus, tapi percaya lah, kami bisa bangkit. Saya yakin dengan semua orang di tim Persik," katanya.